Mobil Jarang Digunakan, Begini Cara Cegah Bensin Basi dan Tangki Berkarat

Dani M Dahwilani
Risiko oksidasi (bensin basi) dapat diminimalkan apabila kendaraan digunakan secara dinamis dan berkala. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Istilah bensin basi menjadi pembahasan pemilik kendaraan terutama pada mobil yang jarang digunakan. Kondisi tersebut dapat memicu korosi yang pada akhirnya merusak mesin.

Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata menjelaskan istilah bensin basi lebih tepat dikaitkan dengan proses oksidasi. Proses tersebut terjadi saat kendaraan terlalu lama dalam kondisi diam dan jarang digunakan.

"Sebetulnya apa pemahaman bensin basi dan basi gitu ya menurut saya sebenarnya lebih ke arah oksidasi. Ini ke arah situ," kata Bobby, belum lama ini.

Menurutnya, oksidasi yang terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan korosi. Karat yang muncul akibat korosi kemudian berpotensi masuk ke saluran bahan bakar hingga mencapai bagian mesin.

"Korosinya itu menghambat. Hasilnya dari korosinya itu, karatnya masuk ke dalam saluran bensin dan masuk sampai ke engine. Itu yang menyebabkan rusak sebetulnya," ujar Bobby.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Suka Isi Bensin Full Tank, Ini Bahaya Tangki Bahan Bakar Terlalu Penuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal