Pangsa Pasar Mobil Jepang Turun, Mazda Akui Ikut Terkoreksi

Dani M Dahwilani
Mazda mengungkapkan hanya mengalami penurunan 0,12 persen market share pada Oktober 2025. (Foto: Dok)

“Indonesia adalah salah satu pasar otomotif yang sangat value competitive,” ujarnya. 

“Dengan banyaknya value proposition dari berbagai APM (Agen Pemegang Merek), konsumen perlu mampu menggabungkan faktor rasional, seperti TOC, dengan kebutuhan personal mereka,” kata Ricky.

Selain perhitungan rasional, seperti biaya kepemilikan, Mazda juga melihat bahwa keputusan pembelian kendaraan kini ditentukan oleh supplement factors, seperti reliabilitas, kualitas produk, efisiensi bahan bakar, keamanan, kenyamanan berkendara, dan nilai emosional antara pengendara dan kendaraannya.

Proyeksi Industri Otomotif 2026

Untuk 2026, Mazda melihat peluang pemulihan secara bertahap. Semester pertama diperkirakan masih stabil. Sementara akselerasi pertumbuhan dapat terjadi pada semester kedua. 

Pemulihan ini memerlukan prasyarat seperti stabilitas sosial, birokrasi yang memudahkan, kompetisi industri yang positif, dan sinergi lintas ekosistem. “Kurva daya beli diharapkan kembali naik. Dengan ekosistem yang sehat dan kolaboratif, industri ini akan menemukan momentum-nya,” ujar Ricky.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Dipimpin Ricky Thio, Mazda Raih 2 Penghargaan di Indonesia Automotive Awards 2026

2 bulan lalu

Mazda Ungkap Kualitas Mobil Rakitan Indonesia Setara Jepang, Terapkan Standar Global

2 bulan lalu

Mazda CX-30 Rakitan Indonesia Melantai di GIIAS 2026

2 bulan lalu

Boyong 3 Model Baru di GIIAS 2026, Mazda Luncurkan Mobil Listrik 6e Fastback

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal