Terjadi Perang Harga dan Produksi Berlebihan, Industri Otomotif China Terjebak Krisis

Muhamad Fadli Ramadan
Malapetaka industri otomotif muncul saat kapasitas produksi sangat besar dan persaingan harga tak terkendali. (Foto: 9AI)

"Jika Anda berhasil menjual 16 dari 20 unit target bulan itu, lalu apa yang akan dilakukan dengan empat unit sisanya pada hari terakhir bulan? Menjual mobil itu meskipun dengan harga murah akan membuatnya memenuhi bonus sekitar 80.000 yuan atau sekitar Rp182 juta, dan hampir impas” kata seorang pengelola dealer dilansir dari Reuters, Jumat (7/11/2025).

Menurut ekonom utama dari The Conference Board China Center Yuhan Zhang, fenomena ini menciptakan lingkaran masalah yang saling memperkuat satu sama lain. "Mereka saling memberi makan, memperkuat satu sama lain, dan ini bisa menjebak pasar dalam lingkaran setan," ujarnya.

Kebijakan pemerintah lokal turut memperburuk kondisi. Banyak pemerintah daerah berlomba menyediakan lahan murah dan subsidi kepada pabrik mobil untuk meningkatkan produksi serta pendapatan pajak. Padahal pertumbuhan pasar domestik tidak sebanding dengan peningkatan kapasitas tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
9 hari lalu

Belajar dari China, Kampus Didorong Lahirkan Inovasi Kendaraan Listrik

9 hari lalu

Mobil Listrik Jadi Momentum Indonesia Kejar Ketinggalan di Industri Otomotif

10 hari lalu

Kia Buka Pemesanan Mobil Listrik Carens EV, Intip Bocoran Harga dan Spesifikasinya 

11 hari lalu

Sopir Mobil Listrik Ngaku Melamun dan Ngantuk saat Tabrak 4 Kendaraan dan Lindas Pengemudi Ojol

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal