Tekan Harga, Kementerian ESDM Upayakan Motor Konversi Pakai Sistem Tukar Baterai

Muhamad Fadli Ramadan
Kementeritan ESDM merasa biaya untuk melakukan konversi masih cukup tinggi, sehingga belum menarik minat masyarakat. (Foto: iNews.id)

Senda menjelaskan bahwa tantangan Kementerian ESDM dalam mengajak masyarakat sangat berat. Untuk itu, pihaknya juga sedang mengupayakan berbagai opsi demi menekan biaya konversi.

“Kami pernah melakukan survey pada 2020 ketika kami meluncurkan program ini. Dalam survey itu disebutkan masyarakat itu tertarik kalau harganya di bawah Rp5 juta. Saat ini karena harga baterai baik, makanya biayanya sampai Rp15 juta,” ujar Senda.

Berdasarkan hasil dalam melakukan berbagai kajian, Senda menjelaskan sistem tukar baterai menjadi cara yang paling tepat untuk menekan harga. Pasalnya, biaya yang akan dikeluarkan oleh pemohon tidak sampai Rp5 juta.

“Target ke depan kalau investornya berhasil, biaya konversi makin kecil. Kalau dalam beberapa bulan ini ada investor yang bersedia membangun swap battery, masyarakat tinggal membayar Rp2-3 juta saja,” ucapnya.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Motor
17 hari lalu

Charged Luncurkan Motor Listrik Maleo S Terbaru, Intip Spesifikasinya

Nasional
23 hari lalu

ESDM Atur Ulang Kuota Impor BBM SPBU Swasta 2026, Begini Skemanya  

Motor
1 bulan lalu

Penjualan Motor di Indonesia 2025 Tembus 6,4 Juta Unit, Listrik Tak Sampai 1 Persen

Motor
1 bulan lalu

Hadapi Tantangan Sepeda Motor Listrik di Indonesia 2026, Ini Langkah Yadea

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal