Eka Sari Lorena Soerbakti, Angga Vircansa Chairul, dan FX Adimas Rosdian. (Foto: Tangkapan Layar / Instagram)
Siska Permata Sari

JAKARTA, iNews.id - Armada dan standar pelayanan perusahaan otobus (PO) di Indonesia semakin baik. Mereka yang mampu beradaptasi dengan zaman dan kebutuhan pasar berhasil bertahan dan eksis hingga sekarang.

Bahkan, beberapa PO bus sudah masuk generasi kedua hingga generasi ketiga. Menariknya, meski mewarisi perusahaan mereka tetap bekerja keras dan mengeyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Bahkan, ada yang lulusan luar negeri. 

Siapa sajakah mereka? Dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, berikut generasi penerus PO bus terbesar di Indonesia lulusan luar negeri.

PO Lorena - Eka Sari Lorena

Siapa yang tak kenal dengan PO Bus Lorena. Perusahaan bus eksekutif dengan trayek Sumatera, Jawa dan Bali ini diambil dari penggalan nama anak pemiliknya, Eka Sari Lorena Soerbakti.  

Perempuan kelahiran 3 Juni 1969 tersebut kini menggawangi PT Eka Sari Lorena yang didirikan sang ayah, GT Soerbakti. Tak hanya itu, Eka Sari Lorena juga sukses dalam organisasi menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) periode 2010-2015.

Latar belakang pendidikan Eka Lorena bukan sembarangan. Dia adalah Lulusan S2 Univeristas San Fransisco, dan Salve Regina University Newport, Rhode Island, Amerika Serikat (AS). 

Semasa kuliah, dia pernah bekerja sebagai Marketing Executive di Westin International Ltd, San Francisco, AS. Sebagai generasi penerus di PO Lorena, dia tidak segan terjun ke lapangan menyapa para sopir bus. Bahkan, di tangannya Lorena merambah sejumlah bisnis lain termasuk logistik. 

PO NPM - Angga Vircansa

Tahukah Anda perusahaan otobus (PO) manakah tertua di Indonesia? Jawabannya adalah Naikilah Perusahaan Minang atau yang lebih dikenal dengan nama NPM.   

Perusahaan jasa transportasi ini didirikan pada zaman penjajahan Belanda pada 1937 oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang. Awal usahanya adalah  bendi atau dokar.  

Kini, PO bus legendaris berbasis di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat tersebut dikelola generasi ketiga di bawah pimpinan Angga Vircansa Chairul. Menariknya dia adalah lulusan S2 universitas di Australia jurusan marketing.

Sempat bekerja di bank, akhirnya Angga memilih meneruskan usaha sang ayah.  "Situasi ini menjadi tantangan. Saya sendiri awalnya tidak berkecimpung di dunia bus. Saya lulus kuliah S2 dari Australia. Namun, ayah meninggal pada 2006. Saya terpanggil untuk melanjutkan usaha walaupun sudah bekerja sekitar 2,5 tahun di salah satu bank swasta di Jakarta," ujar Angga, dilansir dari kanal YouTube PerpalZ TV.

PO Rosalia Indah - FX Adimas Rosdian

PO Rosalia Indah merupakan salah satu perusahaan otobus premium terbesar di Indonesia. PO bermarkas di Palur, Karanganyar, Jawa Tengah ini mulai melakukan estafet kepengurusan perusahaan

Sang pemilik Yustinus Soeroso, mulai menyerahkan manajeman kepada salah satu putranya, FX Adimas Rosdian (Dimas) saat baru lulus dari universitas jurusan manajemen di Australia. 

Dimas menuturkan, saat baru lulus kuliah di Australia pada 2010, dirinya diminta sang ayah kembali mengurus perusahaan. "Pada 2010 aku baru lulus kuliah di Australia, mulai gabung pada Januari 2011. Saat itu sempat bilang, boleh enggak kerja di luar dulu. Iki udah akeh gawean uis langsung. Mendengar permintaan ayah saat itu saya mengikutinya," kata Dimas dilansir dari kanal YouTube PerpalZ TV.

Dimas yang saat ini menduduki Direktur PT Rosalia Indah Transport ini mengaku pernah melalui fase tidak paham apapun soal dunia bus. Untuk memahami apakah bus Rosalia Indah sudah memiliki standar pelayanan maupun kualitas yang sesuai, Dimas investigasi berpura-pura menjadi penumpang.


Editor : Dani M Dahwilani

BERITA TERKAIT