JAKARTA, iNews.id - Memasuki era elektrifikasi, produsen otomotif Indonesia PT Mobil Anak Bangsa (MAB) terus mengembangkan kendaraan listrik. Mereka tercatat telah mendistribusikan 40 unit bus listrik di Tanah Air.
Bus listrik MAB ini digunakan perusahaan Bukit Asam, April, Kideco, Universitas Indonesia, Chandra Asri, Pemerintah Kota Semarang, dan Paiton Energy. Mereka optimistis kendaraan listrik akan tumbuh sesuai dengan meningkatnya permintaan pasar.
"Saat ini, banyak perusahaan global di Indonesia menggunakan kendaraan listrik sesuai dengan komitmen mereka menciptakan lingkungan lebih bersih," ujar Direktur Utama MAB Indonesia, Kelik Irwantono di Jakarta, Selasa (9/5/2022).
Dia mengungkapkan fokus perusahaan saat ini mengembangkan berbagai jenis kendaraan listrik komersial. Di mana sasis yang dikembangkan bisa digunakan untuk berbagai model kendaraan mulai dari angkutan bus, truk hingga kebutuhan lainnya.
"Bila dibandingkan dengan bus, potensi pasar lebih besar ada pada segmen kendaraan komersial truk. Sebab itu, kami mengembangkan berbagai jenis sasis kendaraan listrik," katanya.
"Untuk produksi, kami memiliki fasilitas pabrik di Demak, Jawa Tengah. Kapasitas produksinya mencapai 50 unit per bulan. Ke depan pada 2024-2025 akan dikembangkan hingga 1.000 unit," ujar Kelik.
Dia menyebutkan saat ini komponen lokal bus MAB mencapai 35 persen dan komponen impornya 65 persen. Angka ini akan terus ditingkatkan. "Jika dilihat dari sisi harga komponen baterai lebih tinggi mencapai 35 persen dari harga mobil," katanya.