Menurutnya, perubahan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik tidak sekadar merupakan transisi teknologi, tetapi juga transformasi yang mencakup perubahan pola pikir, konsep mobilitas, hingga penggunaan energi.
Moeldoko menilai, pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Masyarakat perlu memahami konsep dan manfaat teknologi tersebut sebelum memutuskan beralih dari kendaraan berbahan bakar konvensional.
"Perubahan dari mobil biasa ke mobil listrik itu tidak mudah karena diawali dari ide dulu. Kalau idenya belum ketemu, orang akan sulit bergeser. Untuk itulah, melalui PEVS dan ditambah Periklindo Electric Vehicle Show, kita harapkan konsep tentang mobil listrik itu betul-betul dipahami," ujar Moeldoko.
Dia menambahkan, perkembangan teknologi kendaraan listrik berlangsung cepat seiring hadirnya berbagai merek dan inovasi baru di pasar otomotif.
Sebab itu, sosialisasi kepada publik perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara penyelenggara pameran, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
Moeldoko berharap upaya tersebut dapat mendorong terwujudnya mobilitas masa depan yang lebih efisien dan bersih. Transformasi menuju kendaraan listrik membutuhkan pemahaman serta keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Adapun selama pameran PEVS 2026, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Pameran dibuka pukul 10.00-19.00 WIB.