Luhut Minta Upacara Keagamaan di Bali Dibatasi : Kalau Enggak, Pasti Ada Klaster Baru

Pande Wismaya
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan meminta penyelenggaraan upacara keagamaan di Bali dibatasi. (Foto: iNews/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id -  Menteri Kordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan meminta penyelenggaraan upacara keagamaan di Bali dibatasi. Kegiatan yang melibatkan banyak orang dalam waktu yang lama berpotensi menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kita titip upacara-upacara keagamaan di-hold dulu," ujar Luhut.

Dia mencontohkan upacara Ngaben yang biasanya diikuti oleh ratusan bahkan ribuan orang, dan dilakukan lebih dari satu hari. Menurut Luhut hal itu sangat berisiko untuk menularkan Covid-19.

"Maaf saya sampaikan kalau Ngaben misalnya tadi saya dapat laporan seribu orang sampai 2-3 hari, ini pasti ada klaster baru. Pasti dampaknya akan luas," kata Luhut.

Karena itu dia meminta warga Bali untuk disiplin dengan tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang berisiko.

Dia meminta warga Bali untuk menahan diri agar penularan Covid-19 menurun sehingga tumbuh kepercayaan turis asing untuk berkunjung kembali.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara

57 tahun lalu

Warga Gianyar Geger, Pemandu Tamu Ditemukan Tewas dalam Mobil

57 tahun lalu

2 Kapal Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak Antrean Berjam-jam

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal