Mahasiswa Harvard Transgender Meninggal di Bali, Keluarga Tak Percaya Keterangan Polisi

Reza Yunanto
Rodrigo Ventocilla Ventosilla (kiri). (Foto: The Crimson).

"Pernyataan keluarga Rodrigo menimbullkan pertanyaan yang serius yang pantas mendapatkan jawaban jelas dan akurat," tuturnya.

Ventocilla tercatat sebagai mahasiswa master administrasi publik di Harvard Kennedy School. Dia juga aktif sebagai aktivis Diversidades Trans Masculinas.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu. (Foto : Chusna Mohammad)

Polda Bali sebelumnya merilis kematian Ventocilla pada 11 Agustus 2022 di RSUP Sanglah. Warga negara Peru itu ditangkap polisi pada 6 Agustus 2022 karena membawa makanan dicurigai mengandung ganja.

Saat ditahan, Ventocilla muntah-muntah sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun karena kondisinya menurun, dia dirujuk ke RSUP Sanglah.

Setelah meminum obat, Ventocilla muntah-muntah dan kejang. Dokter menyatakan Ventocilla meninggal pukul 15.10 Wita.

"Penyebab kematian sesuai pemeriksaan tim dokter yaitu kegagalan fungsi tubuh yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati serta susunan saraf sampai ke otak pasien," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Stefanus Satake Bayu.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
2 hari lalu

Viral Pria Bertudung Mencuri di Sejumlah Bar dan Restoran di Gianyar, Polisi Turun Tangan

3 hari lalu

Liburan Bersama Keluarga, WNA Inggris Tewas Tenggelam di Crystal Bay Nusa Penida Bali

6 hari lalu

Perempuan Bali Tewas di Pantai Purnama Gianyar, Diduga Jatuh ke Laut saat Ritual Melukat

12 hari lalu

World Encounter Summit 2026 di Bali, Tokoh Dunia Bahas Dampak AI Bagi Kemanusiaan

15 hari lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal