Gegara Covid-19, Warga-Pemprov Jabar Tanggung Utang Rp4 Triliun

Agung Bakti Sarasa
Ilustrasi utang. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Menurut Daddy, perubahan tersebut menggeser alokasi anggaran di semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang jumlahnya triliunan rupiah untuk penanganan kesehatan dan jaring pengaman sosial (social safety net). 

"Jawa Barat, seperti halnya beberapa daerah lain, tergolong daerah yang terdampak Covid-19 cukup parah. Di sisi lain banyak program/kegiatan yang masih membutuhkan pembiayaan," ujarnya.

Di tengah kondisi itu, tutur Daddy, PT Sarana Multi Infrasruktur (SMI), salah satu perusahaan plat merah di bawah Kementerian Keuangan menawarkan utang untuk mengatasi fiscal gap tersebut. 

"Jadilah pertama kali dalam sejarah ada nomenklatur baru dalam struktur APBD: Pinjaman Daerah alias utang," tutur Daddy.

Sejatinya, utang tersebut dilakukan dalam konteks pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya, Jabar ditawari utang karena dianggap terdampak COVID-19 cukup parah. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kaum Perempuan di Jawa Barat Diajak Mandiri secara Ekonomi di Tengah Pandemi

57 tahun lalu

Kasus Covid-19 Naik 12.156 Orang, Jawa Barat Terbanyak dengan 3.971 Pasien

57 tahun lalu

Penduduk Indonesia Jadi 270,2 Juta Jiwa, BKKBN: Penambahan Terbanyak di Jawa Barat

57 tahun lalu

Sebaran Penambahan Positif Covid-19 di 34 Provinsi, Jakarta dan Jawa Barat Terbanyak

57 tahun lalu

10 Provinsi Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak Hari Ini, Jawa Barat Tembus 4.601 Pasien

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal