KUNINGAN, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memasuki malam kedua dan terus meluas. Tiupan angin kencang yang berubah-ubah membuat kobaran api cepat merembet ke berbagai arah.
Kondisi tersebut menyulitkan petugas gabungan untuk mengendalikan api. Vegetasi yang mengering akibat kemarau juga membuat kobaran api dengan cepat melalap kawasan hutan.
Petugas gabungan dari BPBD, Taman Nasional Gunung Ciremai, kepolisian dan TNI terus melakukan upaya pemadaman. Lokasi kebakaran cukup jauh dari sumber mata air, sehingga petugas menggunakan peralatan sederhana, seperti ranting pepohonan, untuk memukul dan memadamkan api.
Selain keterbatasan sumber air, medan menuju titik kebakaran menjadi kendala lain bagi petugas. Jalur yang terjal dan dipenuhi bebatuan tajam membuat petugas kesulitan mendekati sejumlah titik api di dalam kawasan hutan.
Kondisi angin yang terus berubah juga membuat arah pergerakan api sulit diprediksi. Petugas harus bergerak cepat untuk mengantisipasi kobaran api agar tidak semakin meluas.