Laporan Kasus Covid-19 Harian di Jabar Campur Aduk dengan Data Lama

Agung Bakti Sarasa
Bentuk virus Corona penyebab Covid-19. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

BANDUNG, iNews.id -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, Satgas Covid-19 Jabar menghadapi kendala dalam mengevaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jabar. Penyebabnya, terjadi penumpukan laporan kasus harian, real time atau aktual Covid-19 yang dikirim satgas daerah bercampur dengan data lama. 

"Di Jabar, data lama masih tercampur. (Contohnya) pada Jumat (15/1/2021), dari 3.095 kasus, 2.224-nya kasus lama," kata Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Selasa (19/1/2021).

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kondisi pelaporan seperti ini harus diperbaiki, termasuk analisis PPKM. Satgas Covid-19 Jabar akan analisis menggunakan data real time, bukan data tercampur dengan data lama. 

"Sedang dikomunikasikan (cara evaluasinya) via Pak Sekda, mana yang masa lalu, mana yang real time PPKM. Kalau menganalisa PPKM pada data lama 'kan tidak fair," ujar Kang Emil.

Meski begitu, tutur Kang Emil, selama PPKM dilaksanakan di 20 kabupaten/kota di Jabar, tren kepatuhan warga Jabar untuk memakai masker dan menjaga jarak meningkat. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selama PPKM, Kasus Positif Covid-19 di Cimahi Turun, Kesembuhan Naik

57 tahun lalu

RSHS Bandung Tambah Ratusan Ruang ICU dan Isolasi Covid-19

57 tahun lalu

KBB Zona Merah, Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSUD Cikalong Wetan Penuh

57 tahun lalu

Waduh, Sepekan PPKM, Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Masih Muncul di KBB

57 tahun lalu

Satu Pekan PPKM Diterapkan di Kota Bandung, 22 Tempat Usaha Disegel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal