18 Mantan Napi Terorisme Dilatih Deteksi Dini dan Resolusi Konflik di Semarang

Eka Setiawan
18 mantan Napiter di Jawa Tengah dilatih deteksi dini dan resolusi konflik di Semarang. (foto: iNews.id/Eka Setiawan)

Pembina Yayasan Persadani Syarif Hidayatullah mengatakan, idealnya seseorang layak menjadi mediator konflik adalah dilatih selama 44 jam oleh lembaga yang tersertifikasi.

“Ini memang teman-teman diberikan pelatihan awal, jadi pengenalan. Setidaknya sudah bisa memetakan, mengetahui konflik interest. Nantinya akan diberi pelatihan lanjutan,” kata Syarif yang juga Penyuluh Agama Islam di Kantor Kemenag Kota Semarang.

Pelibatan perempuan untuk menyelesaikan konflik, kata Syarif, sangat penting. 

“Ada konflik-konflik yang hanya bisa diselesaikan sesama perempuan, mereka yang lebih bisa menggali interestnya,” tandasnya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
23 hari lalu

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Ternate, Langsung Dibawa ke Jakarta

24 hari lalu

Densus 88 Tangkap Pemuda di Solo Diduga terkait Terorisme, Keluarga Minta Penjelasan

1 tahun lalu

Densus 88 Ungkap Peran 4 Terduga Teroris di Sumbar dan Sumut, Ada Kreator Konten Propaganda

1 tahun lalu

Brimob Polda Maluku Musnahkan Ratusan Bahan Peledak, Barang Bukti Kasus Terorisme

2 tahun lalu

9 Napiter Rutan Cikeas Dipindah ke Nusakambangan, Keamanan Super Maksimum

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal