Berkah Serangan Ulat Brayo, Peneliti: Kepompong Bisa Jadi Bahan Baku Sutra Berkualitas

Sukmawijaya
Peneliti ekosistem tanaman, Budi Santoso mensurvey serangan ulat di hutan mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak. (iNews/Sukmawijaya)

Karena unsur pada daun brayo yang disukai para ulat. Ulat brayo tidak mau makan daun mengrove jenis lain. Kondisi ini dapat terlihat di hutan mangrove hanya tanaman brayo yang terlihat kering,  namun mangrove lain tetap hijau. 

Tahun ini terjadi lonjakan ekstrem pada populasi ulat brayo karena ekosistemnya tidak seimbang dimana predatornya berkurang. Seperti banyaknya pemburuan burung pemakan serangga di daerah lain.berdampak pada berkurangnya burung yang bermigrasi di pesisir Pantura.

Tingginya populasi ulat brayo mempersingkat penyerangan di hutan manrove pesisir pantai utara kawasan Demak.

“Sebenarnya keberadaaan ulat sangat bermanfaat untuk perekonomian masyarakat karena kepompong ulat brayo bisa menjadi bahan baku untuk membuat kain sutra yang lebih bagus dari ulat sutra biasanya,” kata Budi.

Ia mencontohkan seperti produksi sutra di daerah Paso Maluku, Tungkep Sulawesi Selatan dan Manggarai NTT banyak menggunakan ulat brayo.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Isak Tangis Sambut Jenazah Sri Lestari Korban Pembunuhan Sadis di Demak

1 bulan lalu

Kasus Mayat Perempuan Dibakar di Demak, Keluarga Minta Pembunuhnya Dihukum Berat

1 bulan lalu

Adik Sri Lestari Tak Menyangka Jasad Terbakar di Pos Ronda Demak Ternyata Kakaknya

1 bulan lalu

Misteri Mayat Perempuan Terbakar di Pos Ronda Demak Terungkap, Pembunuh Ditangkap

2 bulan lalu

Remaja Perempuan asal Sukabumi Hilang Sepekan, Ditemukan Selamat di Demak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal