Berkah Serangan Ulat Brayo, Peneliti: Kepompong Bisa Jadi Bahan Baku Sutra Berkualitas

Sukmawijaya
Peneliti ekosistem tanaman, Budi Santoso mensurvey serangan ulat di hutan mangrove Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak. (iNews/Sukmawijaya)

“Kendati tanaman brayo terlihat kering, namun pohonnya tidak mati. Bila daunnya telah habis dimakan ulat, namun  setelah turun hujan daun akan lebih lebat bersemi kembali,” katanya.

Menurutnya,  untuk mengendalikan ulat brayo hanya bisa dilakukan di kawasan pemukiman. Untuk kawasan hutan pesisir pantai utara membutuh alat yang diterbangkan.

“Untuk pengendalian ulat dapat dilakukan dengan skala mekanik, namun tidak memakai pestisida karena akan membunuh ekosistem lain,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Isak Tangis Sambut Jenazah Sri Lestari Korban Pembunuhan Sadis di Demak

1 bulan lalu

Kasus Mayat Perempuan Dibakar di Demak, Keluarga Minta Pembunuhnya Dihukum Berat

1 bulan lalu

Adik Sri Lestari Tak Menyangka Jasad Terbakar di Pos Ronda Demak Ternyata Kakaknya

1 bulan lalu

Misteri Mayat Perempuan Terbakar di Pos Ronda Demak Terungkap, Pembunuh Ditangkap

2 bulan lalu

Remaja Perempuan asal Sukabumi Hilang Sepekan, Ditemukan Selamat di Demak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal