Jateng Kembali Hidupkan Ilmu Titen dan Kentongan Hadapi Bencana Alam

Ahmad Antoni
Petugas BPBD menunjukkan peta rawan bencana di wilayah Jawa Tengah. (foto IST)

SEMARANG, iNews.id  - Gubernur JatengGanjar Pranowo meminta masyarakat kembali menghidupkan kearifan lokal yakni ilmu titen dan kentongan dalam menghadapi bencana alam. Dengan kearifan lokal diharapkan bisa meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun luka akibat bencana. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng mengatakan ilmu titen dan kentongan masih relevan di kalangan masyarakat. 

"Saya pikir masih relevan ya terkait dengan kentongan. Karena itu salah satu early warning system (suatu sistem peringatan/deteksi dini)," kata Plt Kalakhar BPBD Provinsi Jateng Safrudin, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, hal itu sekaligus bisa menjadi peringatan di kalangan masyarakat untuk waspada terhadap peristiwa bencana alam. "Bisa mengingatkan masyarakat untuk waspada," katanya.

Selain menghidupkan kearifan lokal itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat harus tetap mematuhi informasi-informasi dari BMKG. Karena setiap saat, BMKG merilis data terkait dengan peringatan dini. Seperti rilis data titik daerah mana yang turun hujan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
2 hari lalu

Tragis! Lansia 92 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Purworejo

4 hari lalu

Tragis! 3 Anak Tenggelam di Sungai Serayu Banyumas, 2 Orang Tewas 1 Selamat

8 hari lalu

Pria Ditemukan Tewas Terjepit Batu Pemecah Ombak Pantai Purnama

9 hari lalu

Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, Sejumlah Kendaraan Hanyut dan Warga Dievakuasi

13 hari lalu

Karhutla di Kalteng Meluas, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing Percepat Pemadaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal