Keluh Kesah Pengungsi Merapi di Posko Pengungsian Desa Tlogolele Boyolali

Ary Wahyu Wibowo
Pengungsi Merapi di di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali. (Sindonews/Ary Wahyu Wibowo)

Sedangkan yang terlalu menanam, tetap dirawat sebaik baiknya. Panen seperti cabe baru bisa dilakukan setelah empat bulan. Sedangkan sayuran sekitar 2 bulan. Padahal mereka yang terlanjur menanam usianya baru 1-2 minggu. Sedangkan yang baru menanam, memilih untuk berhenti. Warga memilih untuk fokus keselamatan diri dan keluarganya. Saat ini, anak dan cucunya sudah berada di pengungsian.

Ia mendapat jatah satu bilik untuk tidur bersama anak dan cucunya. Sedangkan suami masih di rumah untuk berjaga. Saat mengungsi, barang yang dibawa adalah pakaian secukupnya dan surat surat berharga. Saat siang, dirinya menyempatkan diri untuk kembali ke rumah sekedar untuk melihat kondisi.

Hal-hal yang dilakukan saat sejenak kembali ke rumah adalah bersih bersih, dan memberi makan ternak. Suaminya yang tinggal di rumah terpaksa masak sendiri selama tinggal anak istri di pengungsian. “Kalau laki laki khan kalau ada apa apa langsung bisa cepat bergerak,” ujar perempuan yang memiliki dua anak dan dua cucu ini.


Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Status Siaga

57 tahun lalu

Gunung Merapi Erupsi Sore Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran ke Kali Sat

57 tahun lalu

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Arah Barat Daya

57 tahun lalu

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi, Warga Diminta Waspadai Awan Panas

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 2 Korban Tewas Banjir Lahar Merapi di Magelang Jateng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal