Kisah Remaja Cabut Lidi Ditancapkan di Tengah Hajatan hingga Terbentuknya Rawa Pening

Angga Rosa
Suasana Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Foto/Angga Rosa

"Akhirnya Baro Klinting mencabut lidi itu dan melemparkannya ke arah Gunung Kendalisada. Seketika itu juga muncul air dari lubang bekas tancapan lidi. Air terus membesar," ujarnya.

Baro Klinting pun pergi. Sedangkan air yang muncul dari lubang itu, bertambah besar hingga terjadi banjir. Setelah mendengar suara gemuruh seperti banjir, Nyai Latung langsung naik ke atas lesung dan terapung di atas air. 

Nyai Latung pun selamat dan sampai ke suatu tempat. Oleh Nyai Latung, desa yang tenggelam diberinama Rawa Pening. "Itu cerita turun temurun yang dengar dari para sesepuh. Dan cerita Baro Klinting, sudah meluas hingga daerah lain," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
19 hari lalu

Siswa SD di Ungaran Diduga jadi Korban Bullying Teman Kelas, Mimisan hingga Trauma

29 hari lalu

Perempuan Korban Jambret di Semarang Melawan, 3 Pelaku Diamuk Warga hingga Motor Dibakar

1 bulan lalu

Aniaya Pedagang Cilok, 6 Anak Punk Babak Belur Dihajar Warga di Semarang

1 bulan lalu

Kerangka Jenazah Mozza Axillia Tiba di Rumah Duka, Disambut Tangis Keluarga dan Pelayat

1 bulan lalu

Terungkap! Motif Pelaku Bunuh Mozza karena Cemburu, Jasad Dibuang di Tol Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal