Namaku Layla dan Aku Lebih Mulia dari 1.000 Bulan

Kastolani Marzuki
Umat Islam berlomba-lomba mendapatkan malam Laylatul Qadar di malam-malam ganjil Bulan Suci Ramadan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Namaku Layla. Lebih dari satu miliar penduduk dunia tengah mencari dan berharap bertemu denganku. Aku tersembunyi dan hanya bisa ditemukan di malam ganjil Bulan Suci Ramadan.

Tapi kenapa aku lebih mulia dari seribu bulan? Iya, bulan yang selalu dipandangi oleh para pecinta yang merindukan kekasihnya; bulan yang selalu menginspirasi para pujangga menuliskan perasaan mereka. Aku lebih mulia dari 1.000 bulan itu. Pada diriku, terkandung berjuta cinta dan perasaan. Tak heran, aku harus disembunyikan-Nya.

Tafsir ar-Razi mengingatkan kalian bahwa jikalau diketahui keberadaanku pada malam yang ke berapa, namun alih-alih beribadah pada Ilahi, kalian malah melakukan maksiat, maka dosanya pun akan lebih dari seribu bulan.

Itu sebabnya kepastian kehadiranku disembunyikan agar tak ada yang berdosa lebih dari seribu bulan. Ketersembunyianku adalah bentuk kasih sayang Allah.

Ini persis kisah Nabi Saw yang memasuki masjid dan melihat seorang sahabat tengah tertidur. Nabi meminta Sayidina Ali membangunkan orang itu dan menyuruhnya berwudu.

Kata Sayidina Ali, “Ya Rasul, mengapa bukan njenengan sendiri yang membangunkannya?” Jawab Nabi, “Kalau aku yg bangunkan, dan dia membantah diriku, maka dia jadi kafir. Itu sebabnya aku minta engkau saja yang membangunkannya, biar kalau dia membantahmu dia tidak jadi kafir.” Inilah kasih sayang Allah dan Rasul-Nya.

Namaku Layla. Lengkapnya Laylatul Qadr. Para ulama berdebat apakah aku (Laylatul Qadr) hadir hanya sekali saja, atau setiap tahun aku hadir?

Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) mengatakan, ada ulama yang berpendapat bahwa keutamaan malam itu karena turunnya Alquran dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia.

“Peristiwa agung ini hanya terjadi sekali, dan tidak berulang setiap tahun. Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa malam mulia ini hadir setiap tahun, bukan hanya sekali,” kata Gus Nadir dalam ulasannya soal Laylatul Qadar dikutip dari akun Facebook @NadirsyahHosen.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
7 tahun lalu

Kata Gus Nadir Didukung Netizen Jabat Menteri Agama: Saya Tidak Tahu Menahu

7 tahun lalu

Trailer The Santri Muslim Masuk Gereja Disebut Murtad, Begini Kata Gus Nadir

8 tahun lalu

Kereta Serayu Pagi Jurusan Purwokerto-Pasar Senen Anjlok di Nagreg

8 tahun lalu

Terduga Pelaku Bom Disebut Sempat Hilang dari Rumah

8 tahun lalu

H-2 Lebaran Arus Lalu Lintas ke Jateng Lancar, Ciputat- Pejagan 3 Jam 15 Menit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal