Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! 3 Gejala akibat Asap Karhutla Ini Bisa Jadi Tanda Bahaya
Advertisement . Scroll to see content

Update Karhutla RI: Jumlah Hotspot Turun Drastis Jadi 317 Titik Panas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:00:00 WIB
Update Karhutla RI: Jumlah Hotspot Turun Drastis Jadi 317 Titik Panas
Petugas menangani karhutla di tengah penurunan hotspot nasional menjadi 317 titik, sementara Sumatera Selatan mengalami peningkatan hingga Minggu (25/10/2026). (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jumlah titik panas atau hotspotkebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia turun drastis menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski turun 1.019 titik dalam sehari, pemerintah mengingatkan operasi penanganan karhutla tidak boleh mengendur karena sejumlah wilayah masih menunjukkan peningkatan hotspot.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot tercatat 317 titik panas pada pukul 21.00 WIB. Sehari sebelumnya, jumlah titik panas mencapai 1.336 titik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan penurunan tersebut merupakan perkembangan positif. Namun, kondisi di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama keberhasilan penanganan kebakaran.

"Penurunan hotspot dalam 24 jam terakhir merupakan perkembangan positif, tetapi kondisi lapangan tetap harus menjadi ukuran utama keberhasilan penanganan," katanya dalam keterangan, Minggu (25/10/2026).

Ristianto menegaskan, setiap indikasi hotspot harus diperiksa langsung untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran. Petugas juga terus melakukan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan agar api maupun bara di bawah permukaan benar-benar padam.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut