Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal Suwardi mengatakan kondisi peternak saat ini jauh dari menguntungkan. Harga pakan disebut mengalami kenaikan sekitar 25 persen sehingga biaya produksi terus meningkat.
"Harga pakan sekarang sekitar Rp7.600 per kilogram, sedangkan harga telur hanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Dengan kondisi seperti ini peternak terus merugi setiap hari," ujarnya.
Menurut Suwardi, harga telur yang dianggap layak agar peternak mampu menutup biaya produksi sekaligus mendapatkan keuntungan berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.
Selisih harga tersebut membuat banyak peternak mulai kesulitan membiayai operasional kandang. Sekitar 70 persen biaya produksi peternakan ayam petelur disebut berasal dari pembelian pakan. Karena itu, penurunan harga pakan menjadi salah satu tuntutan utama para peternak kepada pemerintah.
Selain meminta harga pakan ditekan, peternak mendesak pemerintah memperpanjang program bantuan stabilisasi pakan. Saat ini, bantuan untuk peternak kecil hanya berlangsung selama lima bulan. Sementara peternak menengah menerima bantuan selama dua bulan.