Ponpes Sirojul Mukhlasin Magelang Bantah Ajarkan Radikalisme

Puji Hartono
Pengasuh Ponpes Sirojul Mukhlasin Magelang Ustaz Abdul Hamid. (Foto: iNews.id/Puji Hartono)

MAGELANG, iNews.id – Pengaitan ajaran kekerasan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Sirojul Mukhlasin Desa Kricing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menyusul aksi penyerangan terhadap gereja di Sleman yang dilakukan mantan santri membuat gerah pengurus ponpes tersebut.

Pengurus ponpes berpaham ahlussunnah wal jamaah itu menolak keras tuduhan mengajarkan paham radikalisme kepada para santri.

Pengasuh Ponpes Sirojul Mukhlasin, Ustaz Abdul Hamid mengaku prihatin dan mengutuk keras aksi penyerangan terhadap rumah ibadah dan umat beragama. Hamid pun membantah keras jika ponpes yang diasuhnya mengajarkan kekerasan dan radikalisme.

“Kami merasa dirugikan lantaran dikait-kaitkan dengan tragedi tersebut. Kami pun mengutuk keras aksi tersebut,” kata Abdul Hamid, Kamis (15/2/2018).

Menurut Abdul Hamid, sejak Ponpes Sirojul Mukhlasin didirikan 102 tahun lalu, tidak pernah mengajarkan kekerasan atupun radikalisme kepada para santri. Justru, kata dia, pesantrennya memiliki pandangan Islam yang rahmatn lil alamin.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panitia Temukan Kecurangan Peserta UTBK di Magelang, Gunakan Perangkat di Telinga

57 tahun lalu

Jenazah Sertu Nur Ichwan Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan di Dekat Ayahnya di Magelang

57 tahun lalu

Update Korban Banjir Lahar Dingin Merapi, 3 Ditemukan Tewas 2 Hilang

57 tahun lalu

Sopir Mengantuk, 3 Truk Kecelakaan Beruntun di Magelang Terekam CCTV

57 tahun lalu

Longsor Tutup Jalur Magelang–Boyolali, Alat Berat Dikerahkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal