Tradisi Kawin Ampyang, Pembauran Etnis Jawa dan Tionghoa di Kampung Pecinan Solo

Bramantyo
Sejumlah pengunjung menikmati suasana malam tahun baru Imlek di kawasan Pasar Gede Solo. (foto: ilustrasi/Dok Ahmad Antoni)

SOLO, iNews.id - Tradisipembauran antara etnis Jawa dan Tionghoa di Kota Solo, Jawa Tengah sudah terjadi bertahun-tahun. Salah satunya di kawasan Kampung Balong, Kelurahan Sudiroprajan, Solo.

Kawasan kampung yang berderet dengan rumah yang berimpitan satu sama lain. Selain digunakan untuk rumah tinggal juga digunakan sebagai tempat usaha. Di kawasan inilah muncul istilah 'kawin ampyang'.

Kawasan Balong yang sebagai salah satu kawasan pecinan, sejak puluhan tahun lalu hidup berdampingan dengan aman dan damai. Bahkan sejak jaman lampau sudah banyak warga yang melakukan kawin campur.

Salah satu tokoh Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Sumartono Hadinoto mengatakan mereka sudah berinteraksi membentuk keluarga baru dari dua suku yang berbeda sejak puluhan tahun lalu.

"Kawasan itu banyak keluarga multi ernis, multi budaya, juga agama," katanya. Tradisi perkawinan antar etnis di Solo ini biasa disebut 'kawin ampyang'. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
2 hari lalu

Viral Mobil Listrik Diduga Halangi Ambulans Bawa Pasien Kritis di Solo, Pengemudi Ditilang

14 hari lalu

Massa ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Sempat Tegang dengan Relawan!

22 hari lalu

Kecelakaan Mobil Crane Diduga Rem Blong Tabrak 4 Motor di Solo, 6 Orang Luka-Luka

2 bulan lalu

Kecelakaan Kerja Lift Jatuh di Solo, 1 Pekerja Bengkel Tewas dan 1 Terluka

3 bulan lalu

Serunya Jelajah Pesona dan Ragam Budaya Kota Solo bersama Lorin Solo Hotel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal