Tradisi Kawin Ampyang, Pembauran Etnis Jawa dan Tionghoa di Kampung Pecinan Solo

Bramantyo
Sejumlah pengunjung menikmati suasana malam tahun baru Imlek di kawasan Pasar Gede Solo. (foto: ilustrasi/Dok Ahmad Antoni)

Suara Azan dan bau harum dupa di kawasan Balong adalah pemandang yang biasa dan sudah bersinergi dalam keseharian warga Balong. Ada suara orang mengaji, ada juga yang bersembahyang di kelenteng. Semuanya hidup berdampingan  tidak pernah menjadi konflik antar tetangga.

Dia mengungkapkan, saat ini dengan adanya kemajuan teknologi bukan hanya kawin ampyang saja yang bisa terjadi. Kemajuan teknologi akan menjadi dorongan untuk masyarakat dalam mencari jodoh dalam satu suku dalam satu negara.

"Adanya kemajuan teknologi seperti perkembangan media sosial yang memungkinkan masyarakat bisa berinteraksi dengan masyarakat dalam belahan dunia lain. Sehingga perkawinan tidak terbatas beda suku dalam satu negara. Namun ke depannya bisa saja terjadi antar negara," jelasnya lagi.

Dia mencontohkan keluarganya sendiri juga banyak yang melakukan pernikahan beda suku bahkan beda kepercayaan. Namun semuanya baik-baik saja. Kuncinya adalah kasih dan juga toleransi dan menghormati keberagaman

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
2 hari lalu

Viral Mobil Listrik Diduga Halangi Ambulans Bawa Pasien Kritis di Solo, Pengemudi Ditilang

14 hari lalu

Massa ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Sempat Tegang dengan Relawan!

22 hari lalu

Kecelakaan Mobil Crane Diduga Rem Blong Tabrak 4 Motor di Solo, 6 Orang Luka-Luka

2 bulan lalu

Kecelakaan Kerja Lift Jatuh di Solo, 1 Pekerja Bengkel Tewas dan 1 Terluka

3 bulan lalu

Serunya Jelajah Pesona dan Ragam Budaya Kota Solo bersama Lorin Solo Hotel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal