Akibat pengeroyokan massal tersebut, wasit pertandingan mengalami sejumlah luka memar di bagian tubuh dan harus dievakuasi petugas untuk mendapatkan penanganan medis.
Turnamen tahunan yang diikuti 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan ini kini dalam evaluasi ketat panitia serta kepolisian setempat.