Selain WR Supratman, massa menyebut nama Tirto Adhi Soerjo, Adam Malik, dan HOS Tjokroaminoto. Para tokoh tersebut dinilai membuktikan bahwa jurnalis mempunyai peran penting dalam perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia.
Juru bicara aksi, Beni Indo, menegaskan istilah “londo ireng” tidak dapat disematkan kepada profesi wartawan.
“Londo ireng itu bukan jurnalis. Saya bawa poster WR Supratman pencipta lagu Indonesia Raya dan dia berlatar belakang jurnalis,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
“Jadi ucapan Prabowo Londo ireng adalah jurnalis itu juga ditujukan ke WR Supratman. Kami mendesak Presiden minta maaf karena ucapannya sudah sangat menyinggung,” katanya.
Empat organisasi pers tersebut mendesak Presiden Prabowo mencabut pernyataan yang dinilai menyinggung wartawan. Mereka juga menuntut permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers.