Hingga kini, penyebab kebakaran maupun besarnya kerugian masih belum diketahui.
Petugas Damkarla Jombang, Pepy mengatakan pihaknya masih memprioritaskan proses pemadaman sebelum melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
"Ini masih dilakukan pembasahan," katanya.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran terjadi saat pergantian sif karyawan malam. Api diduga pertama kali muncul dari area mesin produksi sebelum akhirnya membesar dan menyebar ke seluruh bangunan.
Angin yang bertiup cukup kencang serta banyaknya bahan baku yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan. Karyawan yang berada di dalam pabrik sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Salah seorang karyawan, Supriono mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan rekan kerjanya yang melihat api mulai membesar.
"Kami mencoba memadamkan api dengan APAR, tetapi tidak berhasil. Setelah itu kami melapor ke Damkarla Jombang," ujarnya.