Miftahul mengaku, SU sempat menarik kerah bajunya sebelum memukul bagian dada kiri. Ia kemudian mundur dan rekan-rekannya berusaha melerai pertikaian tersebut.
"Terus diginiin, mungkin secara tidak sadar beliau ya. Terus ngantem kena dada kiri. Terus saya mundur, dilerai sama teman," tutur Miftahul.
Menurut Miftahul, cekcok masih berlanjut hingga ke lorong unit gawat darurat (UGD). Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan dengan didampingi kuasa hukumnya.
Sebelum membuat laporan, Miftahul menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit untuk keperluan visum. Laporan tersebut kini menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan penganiayaan tersebut.