Kisah Sunan Ampel, Wali Songo yang Bawa Islam dan Budaya Campa ke Jawa Timur

Diwan Mohammad Zahri
Sunan Ampel, Wali Songo penyabar agama Islam dan warisan budaya Campa di tanah Jawa. (Foto: Ist)

Panggilan terhadap kerabat juga ikut berubah berkat pengaruh budaya Campa. Sebutan “raka” yang dulu digunakan berubah menjadi “kak” atau “kang”.

Sementara istilah “rayi” untuk adik digantikan dengan “adhy”, yang lebih akrab di telinga masyarakat Jawa Timur saat ini. Anak kecil pun kini akrab disebut “kachong” atau “kachoa”, bukan lagi “rare”.

Sunan Ampel dikenal dengan pendekatan dakwah yang santun dan sufistik, tidak menghapus budaya lokal, tapi menyelaraskannya dengan ajaran Islam.

Masyarakat Campa memiliki kepercayaan khas, seperti memperhatikan jumlah suara tokek, pantangan mengambil padi saat siang hari, hingga menyebut harimau dengan sebutan “Yang” atau “Ong” sebagai bentuk penghormatan.

Keyakinan terhadap makhluk halus juga mengalami pergeseran. Dari kepercayaan Majapahit seperti yaksha dan gandarwa, bergeser ke wewe, pocong, jin Islam, hingga arwah penasaran—semua ini menjadi bagian dari kepercayaan lokal yang bercampur dengan budaya Campa.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karomah Mbah Bolong, Buat Lubang di Masjid Sunan Ampel Tembus Kakbah

57 tahun lalu

Sunan Kalijaga Ternyata Keturunan Bangsawan Kerajaan Majapahit, Ini Garis Nasab Lengkapnya!

57 tahun lalu

Kisah Masa Muda Sunan Giri, Santri Cemerlang yang Jadi Ulama Besar Nusantara

57 tahun lalu

Sosok Sunan Kudus, Walisongo yang Tegas dengan Syariat Islam dan Ajaran Toleransi Beragama

57 tahun lalu

Kisah Sunan Drajat, Walisongo yang Gemar Sedekah ke Fakir Miskin dan Orang Sakit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal