“Semalan itu ditendang-tendang anaknya yang ODGJ. Kemudian dipindahkan bapaknya ke kandang agar anaknya tidak tahu. Kemudian jam 5 subuh dikasih minum sama bapaknya lalu dia pergi ke sawah. Sepulang kerja, bapaknya temukan istrinya sudah gak ada (meninggal),” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Dugaan keterlibatan DN juga diperkuat keterangan sejumlah warga yang melihat anak korban berusaha menganiaya ibunya sejak Rabu malam. Namun, polisi masih mendalami seluruh keterangan dan bukti yang ditemukan.
“Korban ada luka-luka di kepala seperti serangan benda tumpul. Yang pukul diperkirakan anaknya yang ODGJ,” katanya.
Santoso menyebut DN sebelumnya juga beberapa kali menunjukkan perilaku agresif. Kondisi tersebut diketahui warga yang tinggal di sekitar rumah keluarga korban.
“Anaknya memang sering mengamuk,” ucapnya.
Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Ngawi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di rumah korban. Polisi menemukan luka pada bagian belakang kepala Sukarti yang diduga disebabkan benturan benda tumpul. Dua batang kayu berlumuran darah turut ditemukan dan diamankan dari lokasi kejadian. Barang tersebut akan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan.