"Sebenarnya perawat sudah datang, sudah memberikan pertolongan saat itu juga ketika ada keluhan dari pasien, hanya hasilnya tidak seperti yang diharapkan," katanya.
Dia juga menyebut terdapat dokter yang berjaga selama 24 jam di Instalasi Gawat Darurat.
"Ada dua dokter jaga 24 jam di IGD," ucapnya.
Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Sarah. Meski demikian, mereka tetap menyesalkan penanganan medis yang dinilai tidak cepat ketika kondisi pasien memburuk. Keluarga berharap pihak rumah sakit memberikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.