Pemkab Malang Siapkan Tim Psikolog Dampingi Siswa SD Korban Perundungan

Avirista Midaada
SDN Jenggolo tempat korban dan pelaku penganiayaan sekolah. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Malang menyiapkan tim psikolog untuk menangani kasus siswa kelas 2 SDN Jenggolo I Kepanjen yang di-bully kakak kelas. Nantinya, tim psikolog ini akan mendampingi korban hingga traumanya pulih.

Kepala Dinas P3A Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menyatakan, pendampingan dari psikolog akan menyesuaikan kondisi terkini korban berinisial MW (7) itu. Mengingat sejauh ini timnya belum bisa melakukan pendekatan ke korban karena masih enggan ditemui oleh banyak orang.

“Jadi untuk korban kalau dia siap, maksudnya kalau siap menerima kami siap untuk pendampingan. Kalau menurut dokter dia bisa kita wawancarai panjang kita dampingi,” ucap Arbani Mukti Wibowo saat dikonfirmasi MPI, Sabtu (26/11/2022).

Sejauh ini, pihaknya mengaku belum memberikan asesmen ke korban karena terkendala kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar di rumah sakit (RS) tempat MW dirawat. Namun melihat kemungkinan yang ada, pihaknya akan melakukan kunjungan ke rumah korban agar pendampingan lebih maksimal.

Pendampingan psikis itu, kata Arbani, nantinya juga melihat seberapa parah trauma yang dialami oleh MW. Jika diperlukan, pihaknya akan menyiapkan psikiater dan psikolog untuk penanganannya.

“Tergantung traumanya ringan, sedang, atau berat, kalau dia dinyatakan berat biasanya kita sampai ke psikologis klinis, itu perlu atau tidak, biasanya kalau sedang sama berat, antara tiga sampai lima kali, tapi kalau ringan satu dua kali selesai,” ujarnya.

Dia berharap, pendampingan psikis akan rampung dalam tiga sampai lima kali pertemuan. Trauma psikis korban bisa secepatnya tertangani tanpa harus melalui psikiater. 

“Si anak ini bisa me-manage traumanya, otaknya bisa me-manage kejadiannya seperti ini, ya bisa hilangkan trauma tersebut dilupakan, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi harapannya itu,” ucapnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
4 hari lalu

Dokter PPDS Meninggal di RSUP Kariadi, Undip Buka Suara soal Isu Perundungan

5 hari lalu

Kabar Duka! Dokter PPDS Undip Meninggal Dunia, Dikaitkan Dugaan Bullying

26 hari lalu

Sakit Hati Sering Difoto Jadi Bahan Olokan Rekan Kerja, Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor

1 bulan lalu

Viral Nakes RSUD Tasikmalaya Hujat Pasien BPJS di Medsos, KDM Desak Sanksi Tegas

1 bulan lalu

Siswa SMP Meninggal Diduga Korban Bullying saat MPLS di Pemalang, Keluarga Minta Keadilan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal