Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Tim iNews
Menkomdigi Meutya Hafid mendorong pemanfaatan AIoT untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian dan perikanan di Lamongan. (Foto: Istimewa)
Menkomdigi Meutya Hafid mendorong pemanfaatan AIoT untuk mempercepat digitalisasi sektor pertanian dan perikanan di Lamongan. (Foto: Istimewa)

Dikatakan, petani tambak Karno, bahwa belum 1 tahun dari dirinya memperoleh bantuan venjet memanfaatkan teknologi AIoT, yang Karno rasakan adalah pertumbuhan ikannya menjadi lebih baik, suplai oksigen lebih baik, ikan lebih sehat dan lahap yang ini tentu berpengaruh terhadap bobot ikan, serta tingkat kematian ikan juga berkurang. 

Sama halnya Karno, Mia Oktavia salah satu petambak perempuan Lamongan juga mengaku dirinya tidak perlu berkali-kali melakukan pengecekan langsung ke tambak, dari yang biasanya 2 hingga 3 kali sehari menjadi hanya perlu 1 kali sehari dengan menggunakan teknologi AIoT.

"Dapat mengecek pH air, salinitas air, tingkat kematiannya juga berkurang, untuk pakan kami stabil. Ikan kerapu kecil sangat terbantu oksigennya. Efisien waktu juga, bisa dikontrol dari rumah. Intensitas turun ke tambak berkurang karena bisa dikontrol dari rumah, biasanya pagi kontrol, sore beri makan, malam kontrol oksigen, sekarang cukup 1 kali ke lapangan," terang Mia.

Tidak hanya itu, Mat Eskan salah satu petani yang merasakan manfaat AIoT juga mengaku sangat senang karena tidak lagi hanya mengandalkan intuisi, saat ini dalam mengontrol melonnya dia dapat menggunakan data real dengan menggunakan smart fertigation (sistem otomatis pertanian yang menggabungkan proses irigasi dan pemupukan secara presisi). 

"Saya senang sekali dengan alat ini karena bisa mengontrol pH tanah berapa, kandungan air berapa, sehingga bisa mengontrol melon saya, biasanya memakai intuisi, sekarang lebih jelas menggunakan data (konkret, real)," ucapnya.

Mendampingi Menkomdigi pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap adanya teknologi pada pertanian dan perikanan budidaya ini akan mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi milenial muda.

"Adanya digitalisasi ini sangat menjadikan ketertarikan khususnya para milenial untuk bisa bertambak maupun bertani, karena dengan bantuan teknologi memudahkan mereka untuk lebih menyukai bidang pertanian dan perikanan. Harapan kami ini dapat terus dikembangkan karena ini memang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus juga agar pertanian ini bisa terus berkelanjutan dengan produktivitas yang lebih baik," harap Pak Yes.

Editor : Adhenda Madarina Idzni
Artikel Terkait
7 hari lalu

Temui Kapolri, Menkomdigi Minta Judi Online hingga Pencuri Kabel Internet Ditindak

7 hari lalu

Meutya Hafid Minta Perusahaan Media Wajibkan Debriefing bagi Jurnalis usai Liputan Berat

8 hari lalu

Menkomdigi Soroti Bahaya Medsos, Ungkap 45% Anak Pernah Alami Perundungan Siber

2 bulan lalu

Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi Anak Pakai AI di Ruang Digital, 8 Pelaku Ditangkap

3 bulan lalu

Viral! Mahasiswa UPN Jatim Diduga Edit Foto Teman Pakai AI, Disebar di Telegram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal