Santri di Malang Lapor Polisi, Mengaku Dianiaya Pengasuh Ponpes

Avirista Midaada
Ilustrasi santri melapor ke polisi mengaku dianiaya pengasuh di Malang, Jawa Timur. (Foto: Ist)

"Pelaku menganiaya korban dengan memukuli wajah, pundak dan juga menendang korban," ujar Erlehana.

Penganiayaan ini disebut lantaran korban melanggar aturan ponpes keluar lingkungan pondok pada malam hari tanpa pamit. Saat itu korban diduga membeli air galon ke luar area ponpes.

"Sesuai dalam laporan, korban keluar pondok malam hari untuk membeli air galon dengan menggunakan motor. Diduga itu menyebabkan korban dianiaya pengasuh atau pengajar di pondok pesantren itu," katanya.

Meski demikian, Unit PPA Satreskrim Polres Malang masih akan melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan ini.

"Kami akan mendalami karena ini masih masih laporan awal. Visum sudah mintakan tinggal menunggu hasilnya. Kami sudah jadwalkan untuk pemeriksaan orang tua, terlapor dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Polisi Tetapkan Gus Idris Tersangka Pelecehan Model Konten Sumpah Pocong

57 tahun lalu

Pengasuh Ponpes di Malang jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Begini Modusnya

57 tahun lalu

Polisi Ungkap Motif 2 Pak Ogah Aniaya Wanita Hamil dan Suaminya di Deli Serdang

57 tahun lalu

Kronologi Pak Ogah Tendang Wanita Hamil di Deli Serdang, Emosi Takut Direkam dan Viral

57 tahun lalu

Tampang 2 Penganiaya Wanita Hamil di Deli Serdang saat Ditangkap, Muka Ciut Tak Lagi Garang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal