Asmida menjelaskan, jumlah korban meninggal bertambah setelah satu korban yang sebelumnya dirawat di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.
"Yang meninggal di lokasi ada tiga orang. Satu orang lagi rumah sakit sehingga total empat orang," katanya.
Peristiwa nahas itu bermula ketika sekitar 12 petugas dan relawan bergerak untuk memadamkan kebakaran. Namun, dalam pelaksanaannya, mereka berpencar untuk melakukan pemadaman.
Kondisi angin kencang dan vegetasi yang mengering diduga membuat api cepat membesar hingga sejumlah orang terjebak. Dalam kejadian tersebut, enam orang menjadi korban, terdiri atas empat orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran di kawasan Bromo tersebut. Penyidik juga mendalami apakah peristiwa itu terjadi akibat kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.