Wali Murid Demo Dinas Pendidikan Pasuruan, Protes SPMB yang Dinilai Membingungkan

iNews TV
Wali murid SMA demo Cabang Dinas Pendidikan Pasuruan memprotes SPMB 2026 yang dinilai membingungkan dan menyulitkan pendaftaran sekolah. (Foto: iNews TV/Jaka Samudra)

"Secara juknis sudah transparan tidak ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.

Sungko menjelaskan, perubahan pada jalur domisili merupakan bagian dari penyesuaian regulasi nasional. Jika sebelumnya seleksi mengacu pada jarak rumah ke sekolah, kini penentuan kelulusan SMA lebih mengutamakan nilai tertinggi dalam satu rayon.

"Soal domisi dan sebaran memang ada perubahan. Dulu jarak sekolah ke rumah, sekarang rayon, mana nilai yang paling tinggi itulah yang terpilih. Sekarang basisnya nilai," ucapnya.

Untuk tahun 2026, nilai akhir peserta didik ditentukan dari 40 persen hasil tes kemampuan akademik dan 60 persen nilai rapor semester satu hingga enam. Sementara jarak tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pemeringkatan.

Seusai menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib. Mereka menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Tolak Skema Bantuan Rp100.000 ke Siswa

57 tahun lalu

Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Gratis Kini Diserbu Calon Siswa dan Orang Tua

57 tahun lalu

SPMB Jakarta 2026 Libatkan 103 Sekolah Swasta Gratis, Tampung 10.109 Murid

57 tahun lalu

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Daya Tampung Capai 245.980 Murid Baru

57 tahun lalu

Situs SPMB SMA Jabar Lumpuh Tak Bisa Diakses, Calon Siswa di Cirebon Panik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal