Dia menyampaikan, kabut asap tebal sempat mengganggu penerbangan pada ketinggian tertentu. Meski demikian, kondisi tersebut berhasil diatasi sehingga pesawat tetap dapat mendarat dengan lancar.
"Yang kami khawatirkan adalah pesawat yang besar, itu kan membutuhkan jarak pandang yang jauh tapi semuanya bisa kita atasi," ujar Rihel Magat.
Menurutnya, penanganan karhutla di kawasan KKOP Bandara Haji Asan Sampit membutuhkan perhatian lebih dibandingkan lokasi lainnya. Hal itu karena aspek keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam proses pemadaman.
Petugas kini terus berupaya memadamkan titik api agar kebakaran tidak meluas dan kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.