Setelah menerima laporan, relawan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas mengerahkan mobil tangki air guna mengendalikan kobaran api yang mendekati bangunan.
Namun, proses pemadaman terkendala sulitnya memperoleh sumber air di sekitar lokasi akibat kondisi kemarau. Petugas dan relawan tetap berupaya memadamkan api hingga kebakaran berhasil dikendalikan.
"Kesulitannya karena angin (api) sangat cepat merambatnya," ujar relawan Satgas Karhutla Provinsi Kalteng, Iman.
Selain mengancam permukiman, kebakaran lahan tersebut juga menimbulkan kabut asap yang menyelimuti kawasan sekitar. Asap berpotensi mengganggu aktivitas warga dan berdampak pada kesehatan, terutama jika terhirup dalam waktu lama.