Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun mengatakan, penyisiran diperluas dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca, arus laut, hingga titik terakhir komunikasi rombongan.
“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Kombes Erick.
Tim SAR menyisir sejumlah wilayah yang dinilai berkaitan dengan jalur perjalanan speedboat, mulai dari perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan informasi awal, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan speedboat yang membawa delapan orang tersebut belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi terakhir dan perkiraan jalur pelayaran.
Kelima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance. Selain lima wartawan, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.