Pada 1927 muncul gunung api di permukaan laut yang kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau. Gunung kecil itu terus-menerus meletus untuk tumbuh. Rata-rata setiap tahun bertambah tinggi 4-6 meter.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pernah menyatakan, letusan pada 1883 akan sulit terulang kembali. Letusan-letusan yang terjadi hampir setiap hari dari Gunung Anak Krakatau sekarang ini merupakan fenomena biasa. Seperti halnya anak dalam fase pertumbuhan, Gunung Anak Krakatau juga meletus untuk membesar dan meninggikan tubuhnya.