Warga Ambon Masih Mengungsi Usai Gempa M6,5 karena Teringat Kisah Tsunami Tahun 1950

Antara
Ilma De Sabrini
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Maluku membangun sarana MCK darurat bagi para pengungsi korban gempa bumi di lokasi pengungsian Desa Waai, Pulau Ambon, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (5/10/2019). (Foto: Antara)

Menurut cerita yang mereka dengarkan dari para orang tuanya, kala itu tsunami tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Sebab, warga melihat tanda-tanda yang diduga menunjukkan kapal perang milik TNI siap menyerang pendukung gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS).

“Jadi warga Hutumuri berlarian masuk hutan di kawasan perbukitan sehingga tidak ada korban jiwa, kendati permukiman dihantam tsunami menjadi luluh lantak,” katanya.

Dia juga mengatakan, setelah gempa September, warga Desa Hutumuri mengungsi karena sebelumnya melihat ikan-ikan karang yang mati terdampar di pesisir Kecamatan Leitimur Selatan.

“Kami belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah maupun lembaga penelitian kompeten soal penyebab kematian ribuan ikan karang sehingga mengaitkannya dengan gempa,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy sebelumnya mengatakan, pascagempa bumi bermagnitudo 6,5 pada Kamis (26/9/2019), di Kota Ambon, Provinsi Maluku, jumlah warga yang mengungsi ke lokasi penampungan sementara terus bertambah. Warga mengungsi karena percaya pada hoaks atau kabar bohong yang menyebutkan akan ada gempa susulan lebih besar disertai tsunami.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
6 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,6 Guncang Halmahera Barat Maluku Utara

6 hari lalu

Panik saat Gempa Susulan, IRT 53 Tahun di Manggarai Timur Tewas Serangan Jantung

7 hari lalu

Ringankan Beban Korban Gempa NTT, MNC Peduli Salurkan 3 Ton Logistik ke Ende dan Nagekeo

8 hari lalu

NTT Diguncang 7.029 Gempa Susulan, BNPB Minta Warga Waspada hingga September

8 hari lalu

Update Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah jadi 103 Orang, Terbanyak di Manggarai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal