Setelah sebagian bensin digunakan, sisa bahan bakar kemudian dibawa ke sebuah ruangan yang sudah tidak digunakan. Di ruangan tersebut, sejumlah santri berkumpul untuk membuat ketapel dengan cara memanaskan kayu agar lebih mudah dibentuk.
“Dari hasil penyidikan diketahui, saat proses tersebut berlangsung tersangka menuangkan bensin ke media yang sedang terbakar. Api kemudian menyambar sisa bensin di dalam botol hingga membesar dan sulit dikendalikan,” kata AKP Punguan.
Kobaran api yang membesar membuat para santri panik. Upaya pemadaman sempat dilakukan, namun api justru merambat ke sejumlah barang yang berada di dalam ruangan.
Sebagian santri berhasil menyelamatkan diri, sementara beberapa lainnya sempat terjebak sebelum akhirnya dievakuas seorang orang tua santri yang berada di lingkungan pondok.
Akibat kejadian tersebut, empat santri menjadi korban. Dua santri mengalami luka berat, satu santri mengalami luka ringan, sementara satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.