Kisah Pilu Operasi Kopassus di Papua, Banyak Prajurit Gugur karena Tenggelam dan Hilang di Hutan

Sindonews
Sucipto
Prajurit Kopassus di hutan. (Foto: Ilustrasi Istimewa)

"Yang dipakai Benny adalah strategi kucing. Kalau bertemu ya bertempur. Kalau tidak ya kucing-kucingan. Tujuan kami sebagai umpan supaya Belanda memecah konsentrasi pasukannya yang di Biak dan terbukti berhasil," kata Ben Mboi.

Operasi Naga akhirnya berakhir dengan ditandai New York Agreement pada 15 Agustus 1962. Amerika Serikat memaksa Belanda menyerahkan Irian Barat ke Indonesia. Belanda menyerah karena menyadari tidak akan menang berperang melawan Indonesia.

Dari seluruh pasukan Naga yang diterjunkan, Kopassus mencatat delapan prajuritnya gugur karena jatuh di rawa, seorang terbunuh penduduk setempat, seorang gugur karena sakit dan tujuh orang lainnya hilang. Di tengah keterbatasan tersebut, pasukan Kopassus mampu mengikat 500 tentara Belanda yang harus didatangkan dari Biak untuk mempertahankan Merauke.

Sementara Ben Mboi menyebut, korban gugur Operasi Naga tercatat sebanyak 36 orang dan 20 orang hilang. ”Kalau dipresentasikan kurang lebih 25 persen lebih baik dari yang diperkirakan Soeharto,” kata Ben Mboi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
4 hari lalu

17 Orang Terlibat Jaringan Senjata Papua, Ada Pembeli hingga Penyandang Dana

5 hari lalu

Daftar 6 Kodam dan Pangdam Baru yang Dilantik Prabowo, Ada 4 Jenderal Kopassus

22 hari lalu

Penangkapan Pentolan KKB di Keerom, 4 Orang dan Senpi Rakitan Turut Diamankan

10 bulan lalu

Meniti Peta Jalan Prabowo Wujudkan Swasembada Energi di Papua

31 hari lalu

Gempa Terkini M 4,9 Guncang Sarmi Papua, Cek Pusat Getarannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal