Jusuf Kalla Murka, Sebut Eksekusi Lahan 16,4 Hektare di Makassar Tidak Sah

Tim iNews.id
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla menduga ada mafia tanah dalam sengketa lahan. (Foto: iNews)

MAKASSAR, iNews.idWakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kemarahannya saat meninjau langsung lahan sengketa seluas 16,4 hektare milik keluarga Hadji Kalla di Jalan Metro Tanjung Bunga, Tamalate, Kota Makassar, pada Rabu (5/11/2025).

Kedatangan JK, dua hari setelah eksekusi oleh Panitera dan Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Makassar, memperkuat dukungan terhadap pihak keluarga dan menyoroti dugaan praktik culas di balik sengketa melawan Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Dengan nada tegas, JK mengecam proses eksekusi yang telah berlangsung dan menuding adanya praktik mafia tanah dalam sengketa lahan seluas 16,4 hektare tersebut.

JK menegaskan bahwa eksekusi lahan yang dilakukan oleh PN Makassar tersebut adalah tidak sah dan cacat secara prosedur hukum.

"Eksekusi lahan oleh PN Makassar tidak sah. Saya tegaskan di sini, ada praktik mafia tanah dalam sengketa lahan ini," ujar JK di lokasi, Rabu (5/11/2025).

Pernyataan keras dari JK ini menjadi respons balik yang signifikan terhadap upaya paksa yang telah dilakukan oleh pengadilan. Sengketa ini telah menjadi sorotan publik mengingat nilai ekonomi lahan yang sangat tinggi dan melibatkan nama besar di Sulawesi Selatan.

Sengketa ini berpusat pada klaim kepemilikan lahan yang dimiliki oleh pihak keluarga Hadji Kalla, yang kini dituntut oleh pengembang GMTD.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
11 bulan lalu

Halim Kalla Adik JK Dicegah ke Luar Negeri usai Jadi Tersangka Korupsi PLTU

1 tahun lalu

Klaim Sudah Damai dengan JK, Silfester Matutina Tetap akan Dijebloskan ke Penjara

2 hari lalu

Kebakaran 4 Rumah di Makassar, 1 Orang Ditemukan Tewas Terjebak Api

3 hari lalu

Bocah 12 Tahun di Makassar Dianiaya Remaja Tetangga, Tubuh Disayat Pisau Cutter

11 hari lalu

Mahasiswa Makassar Pura-Pura Diculik, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal