Banjir Parah di Malaysia Belum Surut,  Warga Tuding Pemerintah Lamban

Abdul Jalal
Umaya Khusniah
Banjir yang menerjang Malaysia menyebabkan delapan orang tewas dan 61.000 lainnya mengungsi. (Foto: Instagram)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Warga Malaysia menuding pemerintah lamban dalam mengatasi banjir yang menyebabkan delapan orang tewas dan 61.000 lainnya mengungsi. Apalagi 181 kasus Covid-19 telah terdeteksi di antara  para pengungsi. 

Sayang, aksi saling menyalahkan mulai merebak di tengah bencana. Beberapa orang melalui akun Twitternya mengaku tidak ada peringatan yang diberikan oleh pihak berwenang. Selain itu, upaya penyelamatan terlalu lambat. 

Kini tagar #KerajaanPembunuh (Pemerintah Pembunuh) menjadi tren di Twitter.

"Banyak orang meninggal karena Anda dan kelalaian orang-orang Anda. Jika Anda benar-benar mengambil tindakan darurat sebelumnya dan telah memperingatkan orang-orang, ini tidak akan terjadi," tulis pengguna Twitter NJJM.

Pada Senin (20/12/2021), dilaporkan beberapa korban masih terdampar tanpa makanan atau listrik. Sebanyak 10 orang, termasuk seorang anak, diduga hilang di Pahang.

“Kementerian Kesehatan menduga, bencana banjir ini dapat memicu peningkatan jumlah kasus Covid-19,” kata Menteri Kesehatan, Khairy Jamaluddin seperti dikutip The Star Daily.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
11 hari lalu

Banjir di Padang Meluas hingga Rendam 5 Kecamatan, BNPB Minta Warga Tetap Waspada

11 hari lalu

Banjir Terjang Tapanuli Tengah akibat Tanggul Sungai Jebol, 150 Warga Mengungsi

11 hari lalu

Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, Sejumlah Kendaraan Hanyut dan Warga Dievakuasi

27 hari lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

2 bulan lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal