IMF Ingatkan Soal Penyebab Resesi Berkepanjangan

Suparjo Ramalan
Kantor International Monetary Fund atau IMF. (Foto: dok iNews)

IMF memprediksi, prospek ekonomi global akan semakin gelap dan risiko resesi dengan cepat meningkat. Karena itu, IMF sekali lagi akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

"Kami memperkirakan negara-negara yang menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi dunia akan mengalami setidaknya dua kuartal berturut-turut kontraksi tahun ini atau tahun depan. Bahkan ketika pertumbuhan positif, itu akan terasa seperti resesi karena pendapatan riil menyusut dan harga naik," tuturnya.

IMF mengantisipasi dunia bisa kehilangan 4 triliun dolar AS dalam output ekonomi antara sekarang dan 2026.

"Ini adalah ukuran ekonomi Jerman, kemunduran besar bagi ekonomi dunia," ucapnya.

Setelah pertumbuhan global mencapai tingkat tahunan sebesar 6,1 persen pada Oktober 2021 di tengah pemulihan yang kuat dari pandemi Covid-19, IMF sejak itu menurunkan proyeksinya secara teratur. Lembaga keuangan global tersebut sekarang mengantisipasi pertumbuhan menjadi total 3,2 persen tahun ini dan 2,9 persen pada tahun depan.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Inflasi di Papua Stabil, Pj Gubernur Agus Fatoni Pastikan Harga dan Stok Beras Aman

57 tahun lalu

Pemprov Sultra Sukses Turunkan Inflasi jadi 1,73 Persen di Bulan Juli

57 tahun lalu

Tarif Jalan Tol Gempol-Pandaan Naik Mulai 27 April, Ini Detail Selengkapnya

57 tahun lalu

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemkab Badung Segera Realisasikan Program Serap Gabah

57 tahun lalu

Jaga Laju Inflasi, TPID Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 5 Daerah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal