IMF Ingatkan Soal Penyebab Resesi Berkepanjangan

Suparjo Ramalan
Kantor International Monetary Fund atau IMF. (Foto: dok iNews)

Namun, kata Georgieva, proyeksi itu akan diturunkan lagi saat IMF merilis laporan World Economic Outlook terbaru pada minggu depan. Pasalnya, kata dia, semua ekonomi terbesar dunia sedang melambat karena terjadi krisis energi di Eropa di tengah perang Rusia di Ukraina, runtuhnya real estate China, dan inflasi yang secara historis tinggi di Amerika Serikat.

Georgieva menggambarkan dunia berada dalam periode kerapuhan bersejarah, yang sedang melewati krisis termasuk pandemi, perang selama berbulan-bulan di Ukraina, dan cuaca ekstrem yang mendorong melonjanya harga secara dramatis dan menghancurkan.

"Dalam waktu kurang dari tiga tahun, kami hidup melalui kejutan, kejutan susulan, dan kejutan setelahnya," kata dia.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Inflasi di Papua Stabil, Pj Gubernur Agus Fatoni Pastikan Harga dan Stok Beras Aman

57 tahun lalu

Pemprov Sultra Sukses Turunkan Inflasi jadi 1,73 Persen di Bulan Juli

57 tahun lalu

Tarif Jalan Tol Gempol-Pandaan Naik Mulai 27 April, Ini Detail Selengkapnya

57 tahun lalu

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemkab Badung Segera Realisasikan Program Serap Gabah

57 tahun lalu

Jaga Laju Inflasi, TPID Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 5 Daerah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal