Menurut keluarga, Aris sebelumnya berencana pulang ke Toraja dan berkumpul bersama orang tua serta sanak saudara. Namun, rencana tersebut tidak terwujud setelah korban tewas dalam penembakan di Wamena.
"Waktu telepon dia bilang tunggu Ma, nanti saya pulang kita berkumpul, saya rindu sama Mama. Kasian Mama sama Bapak sudah tua," kata Elisabet.
Keluarga menyebut Aris diduga dipaksa membuat video singkat berisi pernyataan dukungan terhadap Papua Merdeka sebelum kemudian dihabisi oleh kelompok bersenjata.
Kabar tersebut meninggalkan duka mendalam bagi orang tua dan keluarga korban. Mereka kini berharap jasad Aris dapat segera dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan.
Selain itu, keluarga meminta aparat segera menangkap anggota KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM), pelaku penembakan yang menyebabkan Aris meninggal dunia.
Sementara itu, satuan tugas terkait terus mengoptimalkan pengamanan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga masih berfokus mencari pelaku penembakan.