Dari SMAN 72 ke MAN 3 Padang, Jejak Kekerasan Digital dan Tantangan Perlindungan Anak

Kastolani Marzuki
Tim iNews
Kasus ledakan bom rakitan mengguncang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat, pada Selasa (14/7/2026). Foto: iNews TV)

Dalam kasus SMAN 72, aparat menemukan aktivitas digital R yang berkaitan dengan komunitas kekerasan. Sementara dalam kasus MAN 3 Padang, terduga R mengaku belajar secara daring dan menyebut kasus SMAN 72 sebagai salah satu inspirasinya. Namun pengakuan R masih diverifikasi oleh penyidik.

Fakta ini menunjukkan kebutuhan untuk melihat persoalan kekerasan pelajar secara lebih luas. Sekolah, keluarga, pemerintah, platform digital, dan masyarakat perlu memahami bagaimana konten kekerasan dapat dikonsumsi, dibagikan, dan berpotensi ditiru oleh anak.

Pada akhirnya, tantangannya bukan hanya menjauhkan anak dari internet, tetapi memastikan mereka tumbuh dalam ekosistem digital yang mampu membatasi paparan berbahaya sekaligus membangun kemampuan untuk mengenali, menolak, dan melaporkan konten kekerasan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Belajar dari Internet, Pelajar MAN 3 Padang Rakit Bom di Kamar Tanpa Diketahui Orang Tua

3 bulan lalu

Terungkap! Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga jadi Korban Bullying Bertahun-tahun

3 bulan lalu

Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Belajar Merakit Bom dari Internet

3 bulan lalu

Kronologi Lengkap Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Sejumlah Sajam Diamankan

4 tahun lalu

Viral Video Puluhan Remaja Perang Sarung di Tanjab, Ngaku Hanya Konten saat Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal