"Kami menuntut segera adanya penangkapan para tersangka tersebut. Itu sudah keluar SP2HP-nya. Kita merencanakan aksi selanjutnya apabila orasi kita tidak direalisasikan dalam waktu dekat," ucapnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika juga meminta penyidik memeriksa seluruh bukti yang berkaitan dengan perkara. Bukti yang diminta untuk didalami antara lain rekaman kamera pengawas atau CCTV, video amatir, foto, serta hasil visum medis.
Massa menilai pemeriksaan menyeluruh terhadap bukti-bukti tersebut diperlukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam setiap laporan.
Sivitas akademika UFDK menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Hingga aksi berlangsung, pihak kampus masih menunggu perkembangan penanganan empat laporan dugaan kekerasan tersebut oleh kepolisian.